Perbaikan ini menjadi bagian dari upaya menjaga ikon kebanggaan Aceh yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai destinasi wisata religi dan cagar budaya.
Dalam sambutannya, Pj Gubernur Safrizal menyampaikan bahwa payung elektrik yang dibangun sejak tahun 2016 kini telah berusia sembilan tahun dan mengalami berbagai kerusakan akibat pemakaian.
Oleh karena itu, rehabilitasi besar-besaran dilakukan, termasuk penggantian sistem hidrolik yang menjadi komponen utama penggerak payung. "Payung ini telah berumur cukup lama dan mengalami kerusakan.
Oleh karena itu, perlu dilakukan rehabilitasi besar, termasuk pergantian hidrolik. Alhamdulillah, tahun 2024 kita telah menyelesaikan perbaikan enam payung. Namun, masih ada enam lainnya yang juga membutuhkan perbaikan dan InsyaAllah akan dikerjakan pada tahun 2025 ini," ujar Safrizal.
Selain perbaikan payung, rehabilitasi juga mencakup perbaikan lantai halaman masjid. Pj Gubernur menekankan bahwa pemeliharaan Masjid Raya Baiturrahman harus dilakukan secara berkelanjutan, mengingat perannya yang sangat penting bagi masyarakat Aceh.